Komisi V Pantau Kesiapan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Dalam Rangka Persiapan Angkutan Lebaran


Makassar 17-Juli-2014 -- Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI dipimpin H. Muhiddin M. Said, SE, MBA  meninjau langsung persiapan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar dalam menyambut penambahan jumlah penumpang pesawat jelang arus mudik lebaran Tahun 2014 baru-baru ini.   Ketua Tim Kunker Spesifik H. Muhiddin M. Said, SE, MBA didampingi Sonny Waplau, Etha Bulo, Usmawarni Peter, dr. Indrawati Sukadis, M.Si, Ir. Ali Wongso Halomoan Sinaga, Dr.Ir. Hetifah Sjaifuddin, MPP, Drs, Roem Kono, Ir. Bambang Sutrisno, Ir. Dadoes Soemarwanto, M.Ars, Mangara M. Siahaan, KH. Ir. Abdul Hakim, MM, Mahfudz Abdurrahman, H.A. Bakri, HM, SE, A. Taufan Tiro, H. Muhammad Arwani Thomafi, Drs. H. Andi Muawiwah Ramli, Gunadi Ibrahim, Iqbal Alan Abdullah, MSc   Di sela-sela peninjauan langsung tersebut, Muhiddin memberikan kesempatan kepada Instansi yang terkait dalam Siaga Angkutan Lebaran untuk memberikan pemaparan mengenai persiapan terhadap Siaga Angkutan Lebaran. Kesempatan pemaparan diberikan kepada Angkasa Pura I, MATSC, BMKG dan Basarnas.   Pada peninjauan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tersebut, Tim Kunker Spesifik Komisi V DPR didampingi oleh GM Angkasa Pura I Rachman Syafrie, Kepala Balai Besar Meteorologi Wilayah IV Makassar (BMKG) Mujahiddin, Kepala Kantor Administrasi Bandara M. Basuki Mardianto, SE, MM, Kasie Operasi SAR (Basarnas) Deden Ridwansyah, Kepala Kantor Pelabuhan Soekarno Hatta Capt. Zulfarmi Syawal, SH, MH, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Andi Maskur Kepala Dinas Perhubungan Makassar Drs. M. Sabri, M,Si   Sementara itu Kepala Seksi Operasi Deden Ridwansyah, S.Sos menegaskan bahwa, “BASARNAS dengan sarana dan prasarana telah dipersiapkan dalam rangka Siaga Angkutan Lebaran 1435 H, kami mempersiapkan 23 personil rescuer yang siap “mobile” yang terbagi menjadi 4 team, 1 team akan menuju ke arah Pare – Pare hingga ke Toraja, 1 team akan menuju ke arah Bulukumba, 1 team akan di standby kan di Bantimurung, 1 team akan di stand by kan di Tanjung Bayang, sementara 35 orang personil lainnya akan stand by di Kantor SAR Makassar. Kami akan melaksanakan tugas ini sejak H-7 hingga H+7. Sebagai tambahan kami sebenarnya membutuhkan sebuah Helikopter dalam rangka melakukan pemantauan dikarenakan Makasar adalah salah satu pintu gerbang untuk wilayah Kawasan Timur Indonesia.” (em/nr)

 



Kategori General Artikel .
Pengunggah : author
17 July 11:05 WIB