Kapal Rombongan Pengantin Tenggelam di Perairan Pangkep


BasarnasMakassar, Rombongan pengantin yang berada di dalam kapal mengalami nasib naas, karena perahu yang ditumpanginya terbalik di perairan Pulau Samatellu, Desa Mattirowalie, Kecamatan Liukang, Tupabbiring Utara pada Rabu, 5 Juli 2017 sekitar pukul 16.00 wita. Peristiwa ini dilaporkan ke Basarnas Makassar selang 1 jam setelah kejadian berlangsung, dan dengan jarak tempuh dua jam perjalanan dari Makassar menuju lokasi kejadian, sehingga pada saat tiba di lokasi hari sudah mulai gelap. Dengan penerangan yang secukupnya rescuer beserta tim sar gabungan yang berada di lapangan melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet. Basarnas Makassar juga segera mengerahkan KN Antasena 234 untuk melakukan pencarian lebih luas. Menurut Kepala Basarnas Makassar, Amiruddin, S.Sos, M.Si mengatakan bahwa,"Penumpang kapal yang semula berjumlah 22 orang ini sayangnya tak semua bisa selamat saat kejadiaan naas itu terjadi. Kami akan melakukan pencarian terhadap 4 korban yang dinyatakan hilang oleh pihak keluarga mereka." Selama 3 hari masa pencarian dengan dibantu oleh banyak unsur SAR yang terlibat yaitu Basarnas Makasar, Lanud Sultan Hasanuddin makassar, Lantamal VI Makassar, Polairud Polda Sulsel, Kodim 1421 pangkep, Tim DVI Pangkep, Polres Pangkep, Possi Pangkep, BPBD Kab. Pankep, Tagana kab. Pangkep, Damkar Kab. Pangkep, KUPP Kab. Pangkep, KPA Pekar, KPA Metamorfosis, SAR UNM, SAR Antariksa, bersama dengan masyarakat setempat berhasil menemukan ke empat korban yang dinyatakan hilang. Adapun data penumpang tersebut yaitu :

Penumpang Selamat (13 orang): 

Edi, Desa Parenreng, Santi, Rauda, Alia, Irma, Desa Boddie, Amirullah, Adi, patang, Andi Rahim, Kherunnisa, Riskiman.

Penumpang Meninggal (9 orang):

Muliati, Rosmawati, Nurul Fauzia, Mulainsyah, Hj. Damallan, Hamka, Abd Rahman, Haykal, Ansar. (em/adh)

 



Kategori Kecelakaan Pelayaran .
Pengunggah : makassaradmin